Friday, February 22, 2008

little things about my self

I was born in paradise.
At least, that’s how I felt about my homeland while I was growing up.
Indonesia is large country set like pearls in south East Asia. She is so breathtakingly beautiful that impossible not to see the hand of God in her lush, warmer climate, green valleys, thousand islands, hundreds steaming volcanos,and million other things unlisted .

I was born in kupang, timor.when I was 40 days old, my parents moved to a little tiny village called palopo, in province of south Sulawesi Islands.

In this new place, I grow up as a happy young girl. The world was the lovely landscape surrounding me, the kindness of my neighbord, and the deep love of my parents,(well, at least my mom.) In my village, young children walked many miles to and from school along lonely stretches of road, but parents never worried a child being in danger in anyway.

My biggest fear as a youngster was being hungry and not to be able to continue my education-other than that I was an extremely happy little girl. Living in a happy village where people respected and cared for one another.

Our house was perched on a hilltop overlooking a park and stadium where you can view helicopter landings in the morning and noon, or kids and adults played soccer in that park at the evenings. Some of my warmest childhood memories were playing in the rain, collecting coconuts to buy candy, bathe our buffalo at the lake not so far from our house and swim at the lake and felling the warm water on our skin.

When we got home from our swimming, my beautiful mother would be busy in kitchen preparing the hot sago or rice dish she feed us every day before packing us off to school.
Her energy never failed to astonish me: mom always was the first to rise and last to go to bed, getting up hours before anyone else to make sure the house was in order, our clothes were laid out, and breakfast for the whole family was prepared.
She made all our clothes her self, cut out hair, and brightened our house with her handmade decorations.

The rice she prepared for us were grown in our family fields, which mom tended every morning while the rest of us still sleeping. She checked the crops and would then distribute tools to the laborer and make sure that our buffalo and other animals were fed and watered. And then, after finishing the morning chores and getting us off to school, my mom would start her full time job at our family farm.

Both my parents were farmers which is a live with almost no education but they both believers that the only way out would have been to get an education.



to be continue....

Friday, December 21, 2007

My open letter to my daughters(another one)

My daughter, this is the chance you will ever see. this word is quite remote, but I must try. It’s maybe too late for this confession to purge my conscience of guilty.

If I have time to re-raise you again, many things I want to do and promise you, so you will always remember how much love I ever had for you. Before I continue with this letter, I would love to say this word.
“I have seen so many flowers in my entire life, but you, my dearest loving daughters are the most beautiful flower I ever see”.

My beautiful daughters,
I will continue my letter some other time, my thoughts are empty right now, and I feel I lose all the words.
Until then my beautiful daughters……..

Yours truly love,

mommy
My love,
Are you alive?
Real?
Or, are you the most beautiful dream that I have had in my entire life?
Are you an angel?
Or a figment of my imagination?
Someone I fabricated to fill the void?
To soothe the pain?
Where did you find the time to listen?
How could you understand?

You made me laugh when my heart was crying.
You took me dancing when I couldn't take a step.
You helped me set new goals when I was dying.
You showed me dew drops and I had diamonds.

You brought me wild flower and I had orchids
You sang to me an angelic choirs burst forth in song
You held my hand and my whole being loved you.
You gave me a hope and I belonged to you.
I belonged to you and I have experienced all

Thursday, November 30, 2006

My open letter to my daughters

My daughter, this is the chance you will ever see. this word is quite remote, but I must try. It’s maybe too late for this confession to purge my conscience of guilty.

If I have time to re-raise you again, many things I want to do and promise you, so you will always remember how much love I ever had for you. Before I continue with this letter, I would love to say this word.
“I have seen so many flowers in my entire life, but you, my dearest loving daughters are the most beautiful flower I ever see”.

My beautiful daughters,
I will continue my letter some other time, my thoughts are empty right now, and I feel I lose all the words.
Until then my beautiful daughters……..

Yours truly love,

mommy

Friday, June 16, 2006

gay parade

Photobucket - Video and Image Hosting
Hai temans,mohon maaf kalau foto yang saya tampilkan di atas ini,tidak berkenan di mata temans semua,foto di atas ini saya ambil dari perayaan ke 30 pawai
himpunan ,gay,lesbian,biseksual,transgender,se new mexico yang diadakan pada sabtu 10 june,2006.
photo -photolainnya dapat bisa di lihat di sini:

Pawai yang melibatkan ribuan peserta ini di pusatkan di halaman samping universitas new mexico,dan begerak menuju jalan-jalan central di kota Albuquerque.
Pawai ini diadakan setiap tahun pada musim panas,atau sekitar bulan june.
pawai di mulai pada pukul 10.30 dan akan berakhir sekitar 4 jam ke depan.semua masyarakat diundang untuk berpartisipasi di dalamnya.

Pawai ini ada untuk merayakan sejarah ,keanekaragaman,dan untuk menyatakan keberadaan mereka kaum lesbian dan gays, yang telah berkembang sejak 30 tahun terakhir.
seluruh peserta pawai menampilkan aneka ragam gaya dan dandanan.ada yang berdandan ala ratu ular(sayang sekali saya tidak sempat memperoleh gambarnya),gaya metalica,punk,ratu sejagat,etc

Mungkin anda akan bertanya-tanya,siapa-siapa sajakah peserta pawai gay,lesbian,biseksual,transgender ini? Mereka adalah dokter, pengacara, jururawat ,professor,guru, ,tetangga ,teman kerja,dan banyak lagi profesi-profesi terhormat lainnya yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya..
Saya sendiri sempat sangat terpana sewaktu mengetahui bahwa banyak diantara teman-teman hang out saya yang sering hang out bareng di coffe shop ternyata gay dan lesbian,padahal dalam keseharian mereka,tidak ada sama sekali tanda yang mencirikan keadaan mereka.

Inilah amerika,di mana setiap individual bebas untuk mengekspresikan dirinya,perasaannya,identitasnya,tanpa harus takut atau malu untuk mendapat sorotan/diskriminasi dalam keseharian,toh,mereka tidak merugikan kepentingan orang lain.

Kapan ya Indonesia bisa mengadakan pawai seperti ini,atau setidaknya individual yang merasa gay,lesbi,di indo,dapat mengaktualisasikan dirinya,dan memproklamirkan dirinya pada lingkungannya,ayahnya,ibunya,teman-temannya,bahwa saya ini lesbi/gay,dengan tidak takut-takut lagi atau malu akan reaksi yang akan mereka terima .bisa tidak yah?....kapan?....ummm,....….mungkin 1,4,10,15,tahun lagi kalau masyarakat sudah semakin dewasa.kita tunggu aja.


note:
Pstt……saya bukan anggota mereka loh,saya hanya menuliskan apa yang saya lihat pada pawai itu.jadi,jangan berfikir kalau saya salah satu peserta di pawai itu,hehehehe.

Monday, May 15, 2006

MISTERI MAWAR MERAH

Kemarin may, 14, 2006 pagi-pagi sekali pukul 6.45 waktu saya membuka pintu apartment saat hendak berangkat nguli,saya terkejut karena di bawah pintu saya ada kiriman bunga mawar merah dari seseorang yang saya tidak tau pengirimnya.

Kalau di lihat dari hari kirimnya sih rasanya tidak mungkin pengirimnya menggunakan jasa pengiriman untuk mengirimkan bunga tersebut,karena kemarin khan hari minggu,apa iya ada jasa pengiriman yang kerja di hari minggu?,kemungkinan si pengirim langsung membawa kirimannya ,atau menitipkannya pada seseorang.


Yang membuat saya tercengang,di kartu yang menyertai kiriman bunga mawar itu,si pengirim menuliskan nama depan saya dengan sangat pas,atau istilahnya gak salah-salah(tidak salah spell).
Isi ucapannya begini:’’ happy mama day darling Theresia, be mine .bla….bla….bla..(Sensor), umm saya terkejut, siapa gerangan si pengirim misterius ini? mengapa dia tak menuliskan namanya atau setidaknya inisialnya kek, biar tidak bikin penasaran saja.
Saya perkirakan dia pasti seseorang yang mengenal saya dengan baik,karena di sini jarang atau bahkan tidak ada yang mengetaui nama depan saya.

Oh well,…siapapun itu(mudah-mudahan malah sempat baca tulisanku ini), saya sarankan lain kali kalau mau ngirim , jangan kirim bunga hidup lagi deh ya,kirim saja BUNGA BANK,saya pasti akan suka dan gak akan pusing-pusing bertanya siapa pengirimnya,maruknya keluar deh,hehehhehehe.

Oh ya,sebelum saya mengakhiri tulisan ini,saya juga mau sampaikan pada semua mama atau calon mama di seluruh dunia,”HAPPY MOTHER’S DAY FOR ALL OF YOU"

Akhir kata, you crave your lover when the two of you are apart(nyambung gak yah?gak nyambung ya,biarin deh,hehehe.... sign*Rolling eyes*Sambil garuk-garuk kepala) .see u again guys.


Wednesday, May 10, 2006

wind gusts reach 60 mph in albuquerque at tuesday nigh

High winds Tuesday whipping the area delayed flights,interupted power service,uprooted trees and flattened a horse barn.
At 7p.m gusts reached 60 mph at albuquerque international airport,where many as 18 flights were delayed,diverted or cancel due to winds and blowing sand.by 8.15 p.m the weather calmed,and airlines at the sunport palyed catch-up with their schedules.

in the duke city,several neighborhoods reported power outages,keeping fire crews and utility worker busy throughout the evening.


Public service company of new mexico reported 10 areas of albuquerque without power Tuesday night,leaving about 13.000 custumers in dark homes.

More than 100 calls came into the albuquerque police dispather center,with residents reporting traffic tie-ups,arching electric lines,phone,damaged property and related problem.

In corrales,a large street light reportedly fell on some vehicles.Downed trees also blogked some roadways.Near west central and coors,albuquerque fire fighters had a report of a roof being blown off a home and into utility line.

A few drops of rain hit northeast albuquerque after winds and dusk blurred the horrison with a tan cloud.

ok,that's story about weather yestarday night,and let's hope it's never come again.

Friday, April 21, 2006

cerita easter yang tertinggal

Saya sedang dalam on duty waktu menerima telepon dari seseorang yang mengundangku untuk merayakan ultahnya sekaligus merayakan easter bareng.dan ternyata peneleponnya si
inem(maaf nama saya samarkan).inem adalah salah seorang pasien pada intercare home di mana saya sering jadi volunteer di situ.Dia memang agak lumayan dekat denganku.

Pada penampilan fisik,kelihatan sekali tidak ada sesuatu yang kurang pada si inem ini,hanya saja dia mengalami sedikit gangguan mental disorder.jadi kalau di tilik dari seluruh pasien yang ada di home intercare itu,,dia adalah salah seorang pasien high fungtion yang mempunyai score tertinggi di banding teman-temannya di situ.

Pasien di rumah ini ada sepuluh orang di mana semuanya terdiri dari pasien wanita,dan di sebelah rumah ini pula ,ada sekitar tujuh orang pasien lagi yang ke semuanya adalah pasien laki.-laki..masing-masing pasien punya problem healt berbeda yang tentu saja tidak akan saya bicarakan di sini ,apa-apa saja problem health mereka. karena alasan policy.


Ya sudah,..esok harinya di campus saya coba-coba merayu beberapa teman untuk ikut berpartisipasi dalam acara ini,dan ada dua teman yang mau ikutan.
Saya bertugas menghias telur easter,dan membuat kue ultah.duh,..jujur saja,saya paling tidak punya skill kalau sudah urusan masak memasak apalagi membuat kue ultah .
Bagi saya,urusan masak memasak dan membuat kue adalah pekerjaan yang membutuhkan kesabaran tingkat tinggi,dan saya bukan type orang yang lumayan sabar.

eng..ing.. eng.. akhirnya, inilah hasil akhir dari kue ultah buatanku ,masih belepotan ya?

Image hosting by Photobucket

ayu mejeng dengan hasil kreasi


Image hosting by Photobucket

gimana,cakep gak nih hasilnya?

Image hosting by Photobucket


teman saya brooke sedang melayani pasien makan(sorry,wajah pasien-nya tidak saya munculkan)

Image hosting by Photobucket


sharnae sedang jadi seksi sibuk,tuh lihat betapa sibuknya dia masak.

Image hosting by Photobucket

Thursday, April 20, 2006

begitu banyak yang ingin ku ungkapkan ,amat sedikit waktu yang ku punya.
kapankah aku bisa duduk dengan manis tanpa takut akan waktu yang terus bergulir wahai engkau yang selalu mengisi mimpiku...?ingin ku ungkapkan semua rasaku padamu.
aku mohon mengertilah aku.

Friday, April 14, 2006

Terima kasihku padamu kawan

Pffff…………lega!!!

Akhirnya bisa juga saya posting lagi setelah sekitar 2 hari (dua-red)tidak bisa apa-apa,ini semua di sebabkan oleh tangan gatal saya yang coba-coba utak atik blog padahal gak ngerti ,berdasarkan karena rasa penasaran dan pengen tau yang akhirnya malah menyebabkan kesalahan yang saya sendiri tidak bisa sembuhkan .


Sudah mencoba segala macam cara untuk memperbaikinya,tetap saja tidak menolong,akhirnya saya putuskan untuk men-delete saja blog ini nantinya kalau tidak bisa di obati lagi.

Tapi Puji syukur,alhamdulilah,..dengan bantuan teman baik saya sekaligus guru blogku
imran ,(ces,boleh ji sa anggap ko teman baikku?)akhirnya blogku bisa juga di sembuhkan kembali dari sakitnya,dan tahukah kamu berapa waktu yang dia perlukan?dia hanya memerlukan waktu kurang dari 10 menit saja< baca=" sepuluh">benar-benar amazing.
hebat benar ko ces!!!!

begitu besar rasa terima kasihku padamu,kawan.

Thursday, April 13, 2006

Friday, March 17, 2006

tambahan nih

Temans…ini tambahan cerita perjalanan dan pengamatanku tentang suku indian ya yang tadi sudah aku publish.
Ok,..enjoy,and have a nice day.

beabad-abad yang lalu sebelum Eropa menemukan dan memasuki belahan bumi Barat America,Pueblo Indians yang sekarang adalah New Mexico,suku pueblo indians telah berkembang pada peradaban yang sangat khas dan kompleks.


Suku Ini penuh dengan perdamaian.merekapun penuh dengan cinta .mereka membuat desa-desa dan perkotaan yang diselaraskan dengan lingkungan .


Agama mereka mayoritas pantheistic,dan dalam kehidupan mereka sehari-hari mereka sangat rohani.mereka membuat pemerintahan yang merata ,
Arsitektur yang luar biasa, pertanian intensif dengan sistem irigasi canggih dan seni yang telah sangat berkembang seperti tembikar, menenun, barang-barang perhiasan, pengerjaan kulit dan keahlian lain.

Hampir semua penduduk Pueblo dipisahkan ke dalam marga-marga; Marga Jagung, Marga Turki, Marga Biru Kehijauan dan banyak yang lain.
Anggota marga bergiliran dan bertanggung jawab pada pemerintah, di pelaksanaan keadilan, dan bertanggung jawab untuk upacara suku tradisional.


Kebanyakan orang Pueblo berbicara sebanyak dua bahasa pokok, Keresan atau Tanoan, Tanoan dipisahkan ke dalam 3 sub-dialek juga ialah: TIWA, TEWA dan TOWA. Mereka juga lancar dalam penggunaan Inggris dan sedikit bahasa Spanyol.
Zuni Pueblo mempunyai bahasanya sendiri, dan bahasa mereka jauh dan tak berhubungan kepada suku lain yang mana pun.

Sekarang ini,suku Indian telah tersebar luas ke rah barat, dan beberapa di antaranya sudah menghuni jauh sebelumnya penemuan Amerika.
Sampai saat ini mereka masih mempertahankan kehidupan seremonial mereka yang kuno dan sangat rahasia,namun merekapun menyambut pengunjung dari seluruh dunia ,dan membuka diri ,juga tetap berbangga pada peninggalan budaya mereka yang telah lebih dari seribu tahun.


Berikut ini,sebagai tambahan, saya urutkan ke 19 pueblos of new mexico:

1. Acoma pueblo
2. Cochiti pueblo
3. Isleta pueblo
4. Jemez pueblo
5. Laguna pueblo
6. Nambe pueblo
7. Picuris pueblo
8. Pojoque pueblo
9. Sandia pueblo
10.Felipe pueblo
11.San 11 defonso pueblo
12.San Juan pueblo
13.Santa Ana pueblo
14.Santa Clara pueblo
15.Santo Domingo pueblo
16.The Taos pueblo
17.The Tesuque pueblo
18.The zia pueblo
19.The Zuni pueblo


have a nice weekend


ayu lestari

sepotong cerita yang lupa di publish

Sudah lama rasanya tidak meng-update isi blog.yah,…sibuk sih(alasan basi yah,heheh),ok deh,…kali ini aku cerita tentang apa ya?,..hmmm,..ok,tentang pueblo Indian aja ya.
(sebenarnya,cerita ini sudah lama di tulis,tapi baru aku publish sekarang ya? lumayan,daripada blog kosong melompong)

Tadi pagi,saat sedang membuat rencana buat hari baru,kepalaku bingung membuat rencana,apa yang harus ku lakukan untuk hari ini.sedang asik-asik membuat rencana buat satu hari,tiba-tiba kepala ini terbayang akan lesatnya pork chop di san felipe casino.untuk memastikan menu yang ada hari ini,aku coba telpon costumer service di bagian buffet-nya,dan syukur aja,menurut si penerima phone,pork chop ada hari ini,sipp lah.

San felipe casino,berada hampir di luar kota ,berjarak kurang lebih 33 miles dari kota Albuquerque.casino ini termasuk kecil di banding casino-casino yang ada di kota Albuquerque.Saat sebelum memasuki pintu gerbangnya,saya sudah siap-siap dengan driver licencyku,buat jaga-jaga kalau-kalau petugas pintu gerbang menanyakan idku karena, pengalaman dulu,saat saya iseng-iseng jalan ke sandia casino,(www.sandiacasino.com )saya kena cegat di pintu masuk dan petugasnya minta id,( sekedar pemberitahuan ,casino tidak boleh di masuki oleh anak 21 thn ke bawah),saya jelaskan bahwa saya udah jauh sekali di atas 21 tahun ,( weh,…apa ini muka kelihatan imut kah? hehehhe)tapi petugasnya lebih ngotot lagi,dan untung saja,saat itu saya sempat bawa id.

Memasuki gerbang san felipe,saya berjalan dengan gaya pede aja,dan untung aja petugasnya sama sekali tidak menanyakan id saya,padahal id sudah saya siapkan di tangan(mungkin nih wajah dah gak imut kali ya?hehehe).sampai di dalam,wih,…langsung deh kelihatan tuh slot-slot machine berjejer dengan rapi.

Saat itu pengunjung cukup banyak,tapi dari pengamatan saya,kelihatannya rata-rata pengunjung orang-orang tua yang kelihatannya sudah pensiun juga menurut pengamatan saya,banyak pengunjung berwajah typical Indian,mungkin karena san felipe berada dekat dengan reservation suku Indian pueblo.

Karena saya memang tidak bakat dan tidak tertarik dengan slot-slot machine yang menjanjikan surga bagi penjudi,saya langsung saja melenggang ke bagian buffet-nya,dan betapa lemasnya rasa hati ini,sewaktu membaca menu-menu apa aja yang mereka hidangkan hari itu,ternyata,pork chop yang sudah saya impi-impikan sejak dari Albuquerque tidak ada dalam menu,trus,ngapain dong aku mesti nyetir sampai 33 miles kalau yang di tuju tidak ada,hallo……!!!

Dongkol bin kesal,aku coba complaint ke si mbak penerima tamu di buffet itu,tapi jawabnya,yah,..hari ini kan hari st.patrick jadi pork chopnya gak ada,weleh,…apa hubungannya yak?lagian tadi waktu aku call,katanya ada,doh,…kumaha sih??.ya sudahlah,makan aja apa yang ada.

Habis makan,hati masih dongkol karena rasa yang gak kesampaian,aku mencoba menghibur diri,gimana kalau aku jalan-jalan aja ke reservation suku pueblo di sekitar san felipe,itung-itung ingin melihat dan memahami culture dan kebudayaan mereka.

Reservation pueblo berjarak kurang lebih 4 miles dari san felipe.memasuki perkampungan ini,aku langsung terpana pada gaya hidup mereka yang bersahaja,maksud saya dalam arti bersahaja,bahwa mereka benar-benar hidup jauh dari kehidupan glamour .

Gaya bangunan di perkampungan ini sangat mencerminkan budaya Spanish pueblo.bangunan-bangunannya sangat cantik,dan itu membuatku terkagum-kagum .rata-rata bangunan itu adalah bangunan asli yang telah berusia beratus-ratus tahun dan telah di huni turun temurun.

Yang membuatku sangat terkagum-kagum adalah sebuah bangunan gereja tua dengan gaya Spanish colonial yang mungkin telah berusia kurang lebih 350 tahun,tapi masih berdiri dengan cantik dan megah. Amat sangat di sayangkan,saya tidak dapat mengambil secuilpun foto dari perkampungan mereka,karena saat memasuki perkampungan ,sebuah pengumuman besar sudah terpampang,bahwa tidak di perbolehkan mengambil gambar/foto/video,atau sejenisnya,dan apabila melanggar maka akibatnya harus membayar $ 1000.

yah,..daripada-daripada,khan mendingan-mendingan,ya tho?maksudku,daripada kena denda $ 1000,khan mending gak usah ngambil gambar.

Yang di sayangkan apabila ada turis yang datang jauh-jauh dari Europe atau dari asia,atau belahan bumi lainya,dan sudah berharap untuk membawa kenang-kenangan photo pada sanak saudara tentang perkamoungan pueblo,tapi ternyata tidak bisa,tentunya akan sangat sedih dan tidak lengkap rasanya karena tidak ada bukti .

Soal alasan kenapa pengunjung tidak di perkenankan untuk mengambil gambar di perkampungan itu,I have no idea jadi,jangan Tanya saya ya,hehehehe.



tambahan:Bangunan gaya pueblo hanya dapat di lihat di new mexico,usa,tak akan pernah di dapatkan di Negara bagian lain,jadi,kalau penasaran dan ingin melihat,ke new mexico aja ya? Klo dah nyampe,contact aku,biar kita bisa lihat bareng-bareng,hehehhe.

Oh ya,tambahan juga,beli gas(bensin) di reservation jauh lebih murah loh daripada di Albuquerque,alasannya? Aku juga gak tau ,mungkin karena mereka gak mesti bayar tax.dan tambahan lagi, rata-rata penduduk di perkampungan ini,di subsidi oleh pemerintah kehidupan mereka perbulannya.hmm,..asik juga ya.

sssttt,...ini nih poto typical bangunan ala new mexico ,itung-itung yah agak mirip-mirip deh,daripada bingung bayangin model bangunannya kayak apa,mending aku taro aja hasil jepretan dari building-nya santa fee,mirip kok,walau tak sama,eh lain waktu disambung lagi ya,soalnya ini lagi mepet nih waktunya,mana comp-nya boleh numpang lagi ama comp kantor,lagi jauh dari rumah sih.


ayu lestari

Monday, February 13, 2006

mohon maaf

temans,

mohom maaf untuk ketidak nyaman-nan ini,untuk waktu yang tidak di tentukan,saya belum bisa posting dulu.Penyebabnya banyak nih,kurang waktu,gak ada ide,plus isi kepala yg sedang gak di tempatnya,gak tau sedang jalan-jalan ke mana.
sabar ya temans,nanti klo isi kepalanya dah pulang ke tempat,akan aku suruh posting lagi.ciao

Thursday, January 19, 2006

sendiri

aku kosong,
dan mulai perlahan kau hilang tertutup kabut
hari yang membosankan,.........
dengan kesepian dan keinginan meraba yang terasa dalam diri.

meski keceriaan terlihat,
tapi aku masih satu dalam sendiri.
wahai dikau,..
jangan biarkan aku hilang bersatu dalam debu,
dan sengatan hari,
aku pasti akan mati dan lumpuh di ujung musim dingin.

Monday, January 16, 2006

rindu

Aku dihinggapi rasa rindu yang teramat sangat
akan dikau wahai lelakiku.
Dan untuk puisi abadiku,..
ingin selalu ku ungkapkan,
"betapa aku sangat mencintaimu".

Friday, January 13, 2006

Tanpa judul

Temans,
Pernahkah engkau mempunyai suatu keinginan terbesar dalam hidupmu?...
saat aku menuliskan blog ini,akupun sedang merasakannya. Perasaanku sedang di cengkeram suatu "rasa" yang
tak terkira.Ya,..aku sedang merindukan,mengginginkan dia.

puisi ini aku khusus persembahkan bagi dikau,yang mengaduk-aduk "rasaku
"



Andai aku hanya di beri satu kesempatan meminta
Tak ada pinta yang lain selain engkau.
Ada rasa takut…
Dan buru-buru ingin segera ku katakan
Aku sangat mencintaimu.

Beribu tahun jiwa ini mencari
Seorang belahan jiwa
Sekarang,…
Kegelapan tak ada lagi
Ku temukan dikau dalam “kosongku”
wahai Engkau,...

engkaulah Hadiah dari eden,
Dan Sekarang aku tau
Engkaulah jawabnya…
.......................(titik-titik kosong di sebelah ini,aku kosongkan buat namamu,nama yang selalu ku rindui
)

Friday, August 05, 2005

Magazine Says Albuquerque Is the Second Best City for Hispanics

Move over San Diego, Chicago and San Antonio, Texas. Albuquerque soared past them to the No. 2 spot on Hispanic magazine's 2005 list of the top cities for Hispanics to live in.

The article titled "Where Latinos Love to Live, Work and Play" described Albuquerque's "rich cultural scene, its promising economic future and its beautiful surroundings."
Austin led the list for the second consecutive year. Los Angeles Times staffer Hugo Martín, who compiled the list, said he studied statistics on education, crimes, job growth, housing prices, cultural institutions and the percentage of Hispanics active in local politics.

Martín also consulted national media sources such as Forbes.com, Sperling's Best Places, Morgan Quitno Press and Places Rated Almanac, which produce annual surveys on places to live or do business.
He ranked the cities as places to live from the perspective of "being a husband and a father." Of Albuquerque, he said, "I just found it to be a warm environment, whether you're Latino or not. It just seemed to be a great place to live."

Albuquerque has always been a good place for Hispanics to live, said Mayor Martin Chávez. Its improving economy means that Hispanics have the chance to share in opportunities.
"Hispanics in Albuquerque occupy almost every rung of the economic and social ladder. This is a full-opportunity city," he said.
Chávez said he believes Albuquerque should have netted the top spot. "I think they got it wrong.

We are by far the best city for Hispanics and everybody," he said. "We'll settle for No. 2 this year, but I hope they will get it straight next year."
Martín said Albuquerque's burgeoning job growth and its cultural amenities helped push it toward the top of the list. In previous years, Albuquerque has come well down the pack, ranking between sixth and eighth place. Based on his research and interviews with Hispanic residents, Martín wrote a brief portrait touting the qualities of each listed city.

He cited Albuquerque's climate, where residents can ski in the Sandias in the morning and play golf on the same day. He called Civic Plaza, "lined with art galleries, eateries and Native American crafts shops," the heart of Albuquerque. Or did he mean Old Town?

Martín is no stranger to Albuquerque. His in-laws live here and he has visited many times. "Whenever I go back there with my wife, the first thing we look for is some of that authentic Albuquerque food," he said.

Copyright 2005 Albuquerque Journal

Monday, August 01, 2005

Arti sebuah nama

Ada sebuah peribahasa yang berbunyi” apalah arti sebuah nama”. Di satu sisi,itu mungkin ada benarnya,tapi di lain sisi,kadang kala nama mempunyai makna yang sangat “dalam” artinya . Katakanlah,di Negara A, nama itu dianggap sangat keren ,bisa jadi menjadi nama “ancang-ancang” kelak bagi seorang calon ibu yg sedang mempersiapkan nama buat calon bayi-nya,tapi di Negara lain,nama itu bisa mempunyai arti yang aneh dan tidak masuk diakal . Oke ,baiklah,mari kita buktikan.


Saya sedang istrahat makan siang kemarin di tempat kerja(saya bekerja di airport di kota kami),ketika telingaku menangkap sebuah pengumuman dari loket costumer service agent DELTA AIRLINES yang membuat saya terbahak-bahak sendirian ketika sedang menghadapi makan siangku.
Sebenarnya ,isi pengumuman itu hanyalah pengumuman biasa yang akan di tanggapi biasa oleh siapapun yang mendengarnya,kecuali yang mendengarnya mengerti bahasa Indonesia.

Begini bunyi pengumumannya: passenger MONYET GREGIO,………MONYET GREGIO,please come to gate A5 for a message.Saya yang ketika itu sedang menyuapkan suapan terakhir kemulut,segera menajamkan pendengaran,dan berusaha untuk mendengar lebih jelas lagi ketika costumer service itu mengulangi lagi pengumumannya,dan benar saja,pendengaran saya memang tidak salah,penumpang yang di panggil memang ,bernama monyet.

Seketika,tanpa saya bisa bendung,saya tertawa terbahak-bahak sendirian karena nama “aneh” yang barusan saya dengar ,di saksikan tatapan penuh selidik oleh orang-orang,dan mungkin saja mereka merasa aku tiba-tiba kehilangan ingatan,sampai hilang control tertawa terbahak-bahak .

Tidak mau dianggap gila,aku segera angkat kaki dari restaurant ,dan sifat isengku langsung kumat,aku langsung datangi counter costumer service agent delta airlines itu,dan pura-pura serius bertanya:

Saya= “excuse me mam,did you call for my name?

Costumer service: yes true,did u have a name MONYET?

Saya: Oh sorry,I though I was wrong ,my name is “BODAT”(sambil pikiran nakalku bermain di kepala, “loe kagak tau sih artinya,..bodat ama monyet khan same aje artinya ,hehehhehe.

Nah,benar khan?ternyata nama mempunyai arti yang sangat dalam ,jadi,hati-hati ya memberi nama anak anda kalau tidak terlalu yakin artinya,nanti,bisa-bisa jadi bahan lelucon seperti pengalamanku diatas.

Bodat*

Dalam bahasa batak,mempunyai arti monyet